Posted by: zeista | Mei 18, 2008

BBM gratis???

Pada awalnya saya kurang begitu memperdulikan masalah kenaikan BBM, yang ada dipikiran saya adalah jikalau harus naik, berapakah harga yang pantas?

Kemudian beberapa hari terakhir ini muncul tulisan Kwik Kian Gie tentang BBM, yang mana subsidi BBM itu menyesatkan dan mucul hampir disetiap milis2 dan blog2. Karena betolak belakang dengan apa yang saya pikirkan maka soya coba untuk menuangkan isi pikiran saya dengan cara memberikan komen ke kolom kwik kian gie di koraninternet.com. Ternyata komen saya tidak approve oleh admin (mungkin si kwik kian gie tersebut), saya coba memposting kembali komen saya hingga beberpa kali diikuti dengan pertanyaan kenapa komen saya tidak berani di publish?. Akhirnya usaha saya membuahkan hasil, komen saya dipublish.

Dari pemikiran saya, kemungkinan besar tulisan kwik ini mempunyai muatan politik untuk mengahadapi pemilu 2009, sehingga masyarakat tidak lagi percaya pada pemerintah yang sekarang.

Kemudian saya juga menemukan sebuah blog yang cukup aktif yang dikelola oleh nizaminz dimana dia menampilkan tulisan kwik yang ada dikoran internet. Kemudian aya coba memberikan komen tentang hal tersebut dan di approve oleh si nizaminz ini, lalu dia membalas komen saya dengan pertanyaan tentang valid tidaknya data yang saya berikan. Dengan niat yang baik untuk memberi tahukan kepada publik maka saya mebalas komen tersebut dengan memberikan link beserta dasar perhitungan, tetapi karena kearoganan nizaminz dia tidak berani approve komen saya selanjutnya untuk dipublish.

Ini linknya blog si Nizaminz yg mengkutip tulisan kwik di koraninternet.com:

http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/12/download-file-presentasi-tak-ada-subsidi-bbm-gratis

Komen pertama saya ialah memberikan pendapat saya terhadap perhitungan kwik diserta link untuk membaca tulisan saya “mengapa bbm harus naik” http://zeista.wordpress.com/2008/05/09/mengapa-harga-minyak-kita-harus-naik/ , oleh nizaminz di approve dan dibales dengan pertanyaan dari mana data2 yang saya pakai untuk membuat tulisan saya dan apakah data2 tersebut valid? Kemudain saya membalasnya dan meberikan link dari mana data saya dapatkan, tetapi tidak berani di approve untuk di publish oleh si nizaminz dikarena kearoganan dia sendiri.

Disini saya akan menjawab pertanyaan nizaminz itu yang tidak berani di approve oleh nya.

Untuk Zeista, kan data-data yang saya berikan ada referensinya. Selain itu dalam perhitungan yang saya pakai itu memakai angka 1 juta bph (dibulatkan). Kalau anda data-datanya mana sumber referensinya?

Selain itu konsumsi BBM per kapita per tahun di Indonesia hanya 1,7 barrel/tahun atau 0,7 liter per orang per hari. Itu sudah sangat rendah dan menempati urutan 116 dari seluruh dunia di bawah negara2 Afrika seperti Namibia dan Botswana.

Kalau dipakai untuk naik mobil yang rasio 1:10, rakyat Indonesia hanya berjalan 7 km ke tempat kerja/usaha (ini sudah PP). Padahal jarak rumah ke tempat kerja rata2 sekitar 10 km.

Ini di bawah konsumsi BBM/kapita rakyat Singapura sebesar 59,5 barrel/tahun (26 liter/hari) atau Amerika 25,8 barrel/tahun (11 liter/hari). Rakyat AS memakai mobil yang boros bensin serta rumahnya rata2 memakai AC/Heater. Sementara rakyat Indonesia yang miskin paling cuma naik motor (1:40) dan kipas angin.

Listrik pun sudah sering byar pet. Jika disuruh lebih hemat lagi, bisa-bisa orang menganggur karena tidak kuat jalan kaki ke tempat kerja atau pabrik2 dan kantor2 bisa tutup karena listrik sering padam.

Jika kita ingin agar “investor” masuk atau pengusaha pribumi bisa berusaha, pemerintah harus menyediakan cukup energi.”

Jawaban saya, data data yang saya dapatkan darimana sudah ditulis pada paragraph 5 dan 6. Data tersebut diambil dari harian republika online http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=331097&kat_id=3 dan juga dari web ESDM tentang produksi premium pertahun.

Kemudian pada baris ketiga bahwa konsumsi BBM di indonesia hanya 1,7 barel/tahun lebih kecil dibandingkan dengan amerika ataupun siganpur dikarenakan perhitungan tersebut didapat dari jumlah total pemakaian BBM selama setahun dibagi dengan jumlah penduduknya. Nah kalo dibandingkan dengan singapur sudah pasti kita dibawahnya, karena jumlah penduduknya sedikit. Sedangkan Indonesia yang pemakain BBMnya hingga 40 juta kilo liter per taahun dibagi dengan 220 juta penduduknya, yang tidak sampai 50% penduduknya menggunakan BBM. Maka saya anggap pernyataan tersebut tidak relevan.

Dalam hal hemat energi saja anda tidak dapat mendukung program tersebut, dimana statement anda “Listrik pun sudah sering byar pet. Jika disuruh lebih hemat lagi, bisa-bisa orang menganggur karena tidak kuat jalan kaki ke tempat kerja atau pabrik2 dan kantor2 bisa tutup karena listrik sering padam” , maka pernyataan anda tersebut saya anggap tidak masuk akal, karena tidak ada alasan orang nganggur tidak kuat jalan kaki kenapa tidak naik bus yang merupakan transportasi masal, atau naik sepeda seperti perkumpulan “bike to work”. Kemudian masalah listrik sering padam, mungkin nanti saya akan menuliskan tentang kenapa listrik kita sering padam karena saya mempunyai teman yang merupakan aktivis di PLN dan sudah menceritakan tenang permaslahan yang terjadi di PLN.

Untuk kalimat anda terakhir masalah investor, cukup perlu anda ketahui saja karena saya rasa anda belum mengerti akan hal ini. Bahwa jika harga BBM di indonesia tidak dinaikan, maka keuangan negara akan krisis dimana anggaran APBN akan habis Cuma buat nombokin subsidi BBM doank. Jika hal tersebut terjadi malahan investor tidak yakin akan jaminan investasinya makanya mereka tidak akan berinvestasi di Indonesia.

Bego-begoannya begini, BBM tidak dianaikan, terus pemerintah sudah kehabisan cadangan dana untuk BBM, lalu mau diambil dari alokasi mana? Pendidikan, sedangkan sekarang aja untuk dana pendidikan sudah minim, liat aja guru pada demo minta naik gaji dan sekolah2 yang rusak di seluruh indonesia. Atau anda jika anda sebagai presiden, anda menyarankan mengambil dana alokasi kesehatan maka yang akan terjadi jikalau anda berasal dari keluarga miskin terus mau masuk rumah sakit terus siapa yang mo bayarin?? Kartu gakin sedah tidak berlaku karena dananya sudah habis buat subsidi BBM. Atau mau ambil dana pembangunan, karena pemerintah lebih penting mikirin BBM tetapi pembangunan jadi tidak jalan, sehingga investor jadi males mo dateng, sedangkan jalan didepan rumah anda aja hancur cerewet nya pasti sudah bukan main. Atau kalau mau yang lebih ekstrim lagi, kita ambil aja cadangan dana buat bencana alam, sehingga anda bisa pikirkan saja dampaknya jika terjadi bencana alam yang menimpa daerah rumah anda.

Itulah jawaban dari saya untuk nizaminz, yang mana tidak diapprove oleh dia untuk dipublish. Tanya kenapa???

Kemudian disini saya juga akan meluruskan beberapa hitungan kwik yang saya anggap tidak masuk akal.

Pertama, saya akan membuat perhitugan dengan cara goblok2an.

Jika 1 hari dapat memproduksi 1 juta barel perhari terus semuanya dapat diolah jadi premium dan pemerintah akan memproduksi 1 juta barel premium per hari. Kebutuhan premium pada APBN sebesar 17juta kilo liter, maka per hari akan didapat rata sebesar 300.000 barel perhari. Nah kalo pake cara begini tentu pemerintah sudah untung besar. Dan kalo dibilang, cukup besar banget apalagi jika minyak dunia sudahlebih dari $125 per barel….

Tetapi bukan begitu kenyataannya…

Produksi minyak kita sudah tidak hanya berkisar 900.000 barel per hari, kemudian dari semuanya tidak jadi premium. Dari data ESDM dalam setahun produksi premium hanya 60juta barel yang dirata2kan perharinya 165.000 barel. Dengan melihat kebutuhan BBM kita yang sampai 300.000 barel per hari dengan produksi 165.000 barel per hari maka kita sudah pasti membutuhkan impor premium sebesar 135.000 liter. Dari data ini saja sudah terlihat kalo kita butuh impor BBM khusus untuk premiium.

Kedua,

Pemerintah menjual premium Rp 4500 per liter maka dengan produksi sebanyak 165.000 barel dan dengan dollar Rp.9500 = $12 juta per hari. Kita anggap proses pengolahan dan distribusi serta OverHead (cost recovery) sebesar 20%, maka total penerimaan negara = $10juta. Jika semua $10juta dianggap untuk menutupi kekurangan dari konsumsi BBM nasional maka kita hanya dapat membeli 100 ribu barel pada harga $100 per barel. Dengan menghitung cara goblok2kan tersebut sudah jelas pemerintah nombok 35.000 liter atau $3,5juta per hari, nilai tersebut belum termasuk pengolahan, distribusi, cost recovery, biaya impor, biaya bagi hasil dengan daerah, dan biaya lain yg tidak kita perhitungkan. Bagaimana jika harga minyak dunia mencapai $120 perbarelnya? Opsi apa yg akan anda ambil? Ingat semua ada dampaknya, lihat secarta mikro dan makro ekonominya serta dampak sosialnya.. jangan Cuma bilang BBM gratis, siapa yang mau anda korbankan, orang kecil atau karyawan/buruh atau pengusaha atau pemimpin kita yg di MPR-DPR dan pemerintahan atau diri anda sendiri???

Kalau kita melihat sisa $10 juta per hari itu bisa mencukupi kebutuhan impor BBM jika harga minyak dunia sebesar $75.

Pasti setelah anda membaca tulisan ini anda akan mempertanyakan, Indonesia kan negara pengekspor minyak? Kemana tuh hasil ekspor tersebut?

Kalo dilihat hasil ekspor minyak indonesia dengan impornya hampir tidak jauh berbeda, minyak yang kita ekspor adalah minyak dengan kualitas terbaik dan minyak yang kita impor adalah minyak mentah biasa. Hal ini dilakukan pemerintah untuk membantu tambahan pendapatan negara, meskipun untungnya tidak terlalu banyak dan peruntukannya bukan Cuma buat subsidi bbm doang, tetapi buat anggaran pendidikan, kesehatan dan lain2.

Memang pusing kalo jadi pemerintah… mungkin orang yang berkoar keras tentang ini dan ituseperti si nizaminz, atau mungkin kwik kian gie menjadi presiden apa mereka bisa memimpin negara ini…???

Mudah2an yg baca ini nonton Anteve acara Topik Kita, tentang kenaikan BBM pada hari Minggu tanggal 18 Mei 2008…. jadi ngerti dikitlah dari penjelasa mentri keuangan kita…

Tanggapan

keren mas, akurat se data-datanya.
makasih

[...] koran internet. Sudah banyak bantahan atas tulisan itu misalnya disini dan disini, bahkan terkadang tidak dimuat di kolom komentar atas artikel di koran tersebut. Yang mungkin perlu dipahami adalah kalimat [...]

[...] baca juga ini: BBM Gratis..???? [...]

Leave a response

Your response:

Kategori